Posts

Guru: Mengajar atau bercerita?

Tidak ada salahnya guru melaksanakan tugas mengajar dengan menggunakan cerita sebagai metode pengajaran. Memang bercerita juga merupakan salah satu metode pengajaran di kelas untuk menghantarkan sebuah konsep yang akan dipelajari oleh siswa dalam pelajaran tertentu. Guru yang mengajarkan Fisika, Matematika, Biologi dan Kimia bisa jadi menggunakan cerita untuk mengarahkan perhatian siswa kepada fokus pembelajaran seperti yang direncanakan guru di dalam rancangan program pembelajaran. Guru IPS dan guru bahasa, apalagi, sering menggiring pelajaran yang mereka berikan dengan metode cerita. Cerita guru merupakan sebuah daya tarik bagi siswa, sehingga mereka bisa tertarik terhadap pelajaran. Selain sebagai metode pelajaran, bercerita juga menjadi selingan yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa jenuh pada pikiran siswa. Dengan begitu hubungan guru dan siswa juga bisa dibangun dengan harmonis. Namun, menjadi bahan pembicaraan khusus dalam program pengembangan profesionalisme guru, a...

Peningkatan Sumber Daya Guru

Potensi guru menjadi satu hal yang penting dan perlu ditingkatkan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Hanya saja rutinitas KBM di kelas seakan menyita kesempatan guru untuk berkembang secara profesional--membentuk forum pertemuan guru, melakukan program penelitian atau mengikuti pelatihan dan seminar. Sering kali, sekolah sebagai lingkungan kerja guru pun tidak terlalu memberikan dukungan yang cukup untuk menumbuh-kembangkan nuansa profesionalisme terhadap para pekerja pendidikan di sekolah. Forum guru merupakan media penting yang semestinya dikembangkan di sekolah agar guru bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan koleganya. Inisiatif untuk membentuk forum guru bisa dimulai secara individu maupun kelompok, dimana para pekerja pendidikan memahami pentingnya meningkatkan kualitas profesionalisme guru yang berguna untuk memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan program pendidikan sekolah. Sementara itu, manajemen sekolah yang juga memiliki kepentingan tersendiri ...

Libur Sekolah: Wisata ke Bali

Image
Bagi siswa kelas X yang naik ke kelas XI, liburan sekolah sudah dimanfaatkan untuk mengunjungi lokasi wisat favorit, yaitu Pulau Bali. Paket perjalanan wisata selama empat hari sepertinya terlalu pendek untuk benar-benar bisa menikmati keindahan di sana. Beberapa lokasi wisata yang dikunjungi pada saat itu adalah: Tanah Lot Tanjung Benoa Pantai Kuta Museum Perjuangan Rakyat Bali Bedugul, dan Pasar Seni Sukowati Perjalanan selama tiga hari rasanya sangat kurang bagi para peserta wisata. Mereka juga merasa bahwa dalam waktu yang hanya tiga itu mereka tidak bisa enjoy di sana. Semuanya serba terburu-buru.

Lulus Ujian Nasional

Image
Kelulusan sekolah selalu menjadi momen yang tak terlupakan dan menjadikan mereka yang mengalami merasa wajib melakukan acara celebration. MAN 1 Bojonegoro yang tidak terlalu berbahagia pada tahun ini, lantaran 12 siswanya tidak lulus Ujian Nasional, masih menganggap momentum ini wajib dirayakan. Gambaran di atas adalah sebagian bentuk celebration . Karena tidak terbiasa dengan konvoi sepeda motor, banyak siswi yang hanya duduk-duduk di pinggiran kali kecil di depan sekolah. Pihak manajemen memiliki alibi tersendiri dalam persoalan tidak lulusnya siswa pada tahun ini. Diyakini bahwa beginilah dampak "Pakta Kejujuran" yang benar-benar sudah dijalankan di sekolah. Apapun yang terjadi, dan bagaimana pemikiran di balik semua ini, inilah pelajaran berharga yang patut dijadikan tonggak perbaikan dan pembenahan kualitas sekolah.

Membangun sistem manajemen sekolah yang efektif

Trend pengembangan manajemen sekolah menyebutkan "Sekolah Efektif" sebagai salah satu hasil riset yang berkaitan dengan keunggulan manajemen sekolah. Seperti biasa, riset seperti ini sudah dirilis beberapa tahun lamanya oleh banyak pakar pendidikan di luar negeri, yaitu negara-negara maju seperti Amerika, Australia, Kanada, Inggris dan sebaganya. Sementara itu, penelitian dan pengembangan model-model sekolah efektif di Indonesia berada pada jajaran yang jauh di belakang. bukan merupakan produk dalam negeri--Indonesia. Lantaran canggihnya teknologi informasi, banyak pakar pendidikan Indonesia yang menjadikan hasil riset selama puluhan tahun ini untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Satu hasil rekayasa kebijakannya adalah sistem manajemen berbasis sekolah atau MBS. Peraturan pemerintah ini banyak dibicarakan dalam kurun waktu lima tahun belakangan. Sayangnya, dari penerapan dari program pengembangan sekolah efektif ini sangat kurang greget dan kurang berhasil. Menilik dari ...

Wisuda Siswa - Siswi Tahun 2009

Dengan berbagai persiapan yang matang para panitia menggelar acara wisuda dengan cukup meriah. Mata acara tunggal wisuda siswa ini menghadirkan orangtua dan wali murid dari para siswa MAN 1 Bojonegoro. Semua merasa senang bisa ikut dalam acara penyerahan siswa-siswa kembali kepada orangtua dan walimuridnya masing-masing. Ada perasaan yang tidak nyaman di benak para siswa meskipun mereka diwisuda sebagai siswa yang lulus sekolah. 12 siswa yang menjadi teman mereka terpaksa harus bersabar tidak lulus ujian nasional. Mereka sekarang sedang bersiap-siap untuk mengikuti ujian kerja paket C.

Tanggal 15 Juni 2009

Image
Judul posting kali ini biar tanggal itu saja. Ini adalah posting spesial, karena pada hari inilah kita melihat pengumuman kelulusan ujian nasional tahun 2009. Ini adalah hari yang bersejarah bagi sekolah, guru dan siswa MAN 1 Bojonegoro. No celebration. Bahkan di luar pagar sekolah ada sebuah spanduk kecil berwarna putih, dan tulisan berwarna biru mengatakan: "Biarlah kami yang menderita!" Satu sejarah baru di sekolah tercinta. Apa yang sebenarnya terjadi? 12 siswa MAN 1 Bojonegoro terpaksa harus tinggal sekolah, tidak bisa meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Inilah rekor terbaru ketidaklulusan di sekolah ini. Pada saat siswa dari sekolah-sekolah lain berkonvoi, tidak begitu hangat sambutan siswa. Baru kali ini juga sebagian siswa melakukan coret-coretan di baju putih mereka. Ada yang bertanya, "Kapan sih pak pengumumannya dilaksanakan? Nanti terlanjur dicoret-coret bajunya, ternyata tidak lulus!" Sebuah ungkapan yang belum pernah keluar dari para al...